Usai menjadi finalis Liga Champions, Tottenham Hotspur kian percaya diri untuk bersaing di Liga Inggris. Tottenham tinggal butuh konsistensi.

Tottenham dikalahkan Liverpool 0-2 dalam final di Wanda Metropolitano, Mei 2019. Meski gagal juara, Spurs tampil sebagai kuda hitam usai menyingkirkan tim-tim yang lebih difavoritkan seperti Borussia Dortmund, Manchester City, dan Ajax.

Striker Tottenham Harry Kane mengungkapkan timnya yakin mampu mengalahkan tim-tim besar. Hanya saja, Tottenham masih kurang konsisten.

Pochettino Bakal Diturunkan Jabatannya 1
Kane

“Kurasa begitu, kami dalam posisi yang bagus,” Kane mengatakan dikutip Standard. “Sebagai sebuah tim, kami sudah belajar banyak selama beberapa tahun terakhir. Banyak dari kami sudah bermain bersama dalam waktu yang lama.”

“Tentu saja, kami tahu akan berat karena tim-tim di sekitar kami di Premier League dan Liga Champions sangat bagus. Fakta kami berhasil mencapai final Liga Champions musim lalu hanya akan memberi kepercayaan diri di Premier League karena kami tahu kami bisa mengalahkan tim-tim besar.”

“Konsistensi adalah kuncinya. Itu adalah satu hal kekurangan kami dalam dua atau tiga tahun; periode ketika tak terkalahkan dalam dua atau tiga bulan dan hanya membangun momentum. Mulai dari situ, itulah target kami.”

“Kami sudah biasa menggunakannya [orang-orang yang meragukan] sebagai motivasi. Tentu saja, orang-orang akan melihat Man City dan Liverpool setelah musim yang mereka lalui tapi seperti yang kita tahu Premier League itu tidak pernah mudah,” cetus Kane.

Tottenham masih akan melakoni laga pramusim menghadapi Inter Milan (4/8/2019), sebelum membuka Premier League musim baru dengan laga kandang melawan Aston Villa (10/8).

Penurunan Jabatan Pochettino

Pochettino Bakal Diturunkan Jabatannya 2
Pochettino

Bingung dengan posisinya di Tottenham Hotspur. Statusnya adalah manajer, tapi ia tak punya kendali apa-apa soal transfer dan pemain.

Manajer seperti diketahui punya kontrol lebih besar ketimbang jabatan pelatih kepala. Ia tak cuma mengatur taktik atau menangani latihan tim, namun juga mengurusi kontrak dan jual-beli pemain.

Di Inggris, peran manajer ini sudah sangat jamak diberikan oleh klub. Sementara di liga-liga lainnya seperti Italia, Jerman, atau Spanyol, tugas perekrutan dan urusan kontrak biasanya ditangani direktorat keolahragaan yang menyokong pelatih kepala.

Direktur keolahragaan inilah yang mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan pelatih akan pemain.

Tapi Pochettino tak merasakan manfaat dari posisinya sebagai manajer di Tottenham. Ia tak tahu-menahu urusan transfer dan kontrak para pemainnya, karena urusan itu ditangani oleh chairman Daniel Levy.

“Klub perlu mengubah titel dan deskripsi saya. Tentu saja saya adalah bos yang menentukan strategi permainan, tapi di area lainnya saya tak tahu. Sekarang ini, saya merasa saya (sekadar) pelatih,” imbuhnya.